bukan inginnya pelangi yg tak lagi mau menemani hujan
bukan pula hasrat bintang yg tak lagi sedia mengiringi malam
dikala debur ombak tak lagi membuat pasir putih itu nyaman
tatkala gemericik gerimis yg tak lagi menyapa tanah
masihkah purnama kan datang disetiap waktu edarnya
perlahan namun kian pasti...
dimana angin mulai membatu dan musim tak lagi bergerak
pusaran waktu membuatku terhempas
lalu lepas
dari serpihan detik yang terus mengalun
menuju kehampaan kalbu dan hasrat
yang lantas menjelma menjadi noktah-noktah pucat dirangka langit
Kini...
diujung penantian
tegak kupancang tubuhku menantang badai
dan apapun juga
yang membuat
setiap desah nafasku
luruh bersama asa
kan kulepas bayang-bayang rindu ini
pergi....hilang....musnah.....
menembus batas cakrawala tak tersentuh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar