Apakah dia adalah keindahan maya yang membuat sang nyata terpesona?
ataukah hanya kerlip semu yang melenyapkan haru..
seusai kuabadikan hati untuk membuatnya tetap bermimpi…
aku bertanya…
layakkah??
atau akankah hanya menjadi retak hati yang mengekang masaku…
hening…
keindahan yang mengelilingi jiwa…
dan rasa sakit yang bercermin kala…
kenapa aku rela bertaruh…
pada kisah yang tidak bisa aku akhiri…
hanya pada sang mata tempatku bertanya…
hanya pada sang hati tempatku berjanji…
aku kan menjaganya, di saat indahnya
atau saat duka membuatnya meneteskan air mata…
Senin, 22 Februari 2010
" R I N D U "
Salam rindu untukmu...
Selaras dan sedamai pantai
Secerah mentari pagi yang dikawal awan putih
Sesuci hati kala fajar ditemani embun
Dikala kerinduan mengetuk kedamaian
Senyummu terasa mengoyak sepi
Gelak riamu tersesat dalam lembah sunyi
Terangkum tanya, mungkinkah dapat bersua
Wajahmu laksana lukisan bisu
Yang hanya menatap, membentur gelisahku
Hingga pagi, malam dan dini hari merambat bergulir
Hanya kunikmati sendiri kerinduan ini...
Selaras dan sedamai pantai
Secerah mentari pagi yang dikawal awan putih
Sesuci hati kala fajar ditemani embun
Dikala kerinduan mengetuk kedamaian
Senyummu terasa mengoyak sepi
Gelak riamu tersesat dalam lembah sunyi
Terangkum tanya, mungkinkah dapat bersua
Wajahmu laksana lukisan bisu
Yang hanya menatap, membentur gelisahku
Hingga pagi, malam dan dini hari merambat bergulir
Hanya kunikmati sendiri kerinduan ini...
Kamis, 04 Februari 2010
"M E M I L I H M U"
Aku memilihmu…
Untuk menemaniku di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman
Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama menerangi bumi
Untuk temaniku menyusuri dunia
Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa
Aku memilihmu...
untuk menjadi lelaki sempurnaku
yang kan menjagaku dgn sepenuh jiwa ragamu
yang kan memberiku tempat teristimewa di kerajaan hatimu
mengajariku indahnya mencinta penuh damba
Aku memilihmu....
tuk menemaniku menyusuri hari penuh liku
menapaki setiap jejak langkah dunia
dan tak letih mengayuh bahtera bersama
sejak kini sekarang dan selamanya
Untuk menemaniku di kala siang tak bermentari
Saat malam tak berbintang
Agar dapat terangiku dengan senyuman
Aku memilihmu…
Saat terik sinar menyengat dan membakar
Ketika bulan sabit atau purnama menerangi bumi
Untuk temaniku menyusuri dunia
Aku memilihmu…
Dengan hati yang tak memilih waktu
Sepenuh cinta tanpa masa
Semenjak harap masih mendengung hampa
Aku memilihmu...
untuk menjadi lelaki sempurnaku
yang kan menjagaku dgn sepenuh jiwa ragamu
yang kan memberiku tempat teristimewa di kerajaan hatimu
mengajariku indahnya mencinta penuh damba
Aku memilihmu....
tuk menemaniku menyusuri hari penuh liku
menapaki setiap jejak langkah dunia
dan tak letih mengayuh bahtera bersama
sejak kini sekarang dan selamanya
Langganan:
Postingan (Atom)
