Well Come To My Blog

"tatkala bibir tak sanggup berucap
hanya hati yang sanggup bertutur tentang sgala gundah, tawa, sedih, bahagia yang dirasa..."

Rabu, 30 Desember 2009

Sepenggal Catatan Diakhir Tahun...

Tak terasa waktu semakin cepat berlalu..
saatnya merefleksi diri dan kehidupan
akankah lebih baik dari kemarin
ataukah hanya lebih buruk dari hari ini
entah....
hanya satu harap dan asa yang terucap pelan
dalam setiap perenungan diri dalam kebisuan waktu
genapkanlah sisa umurku ya Rabb, untuk memberi
secuil rasa bahagia untuk semua yang kucinta
tanpa ada sedikitpun sesal yang menyela
beri aku sedikit waktu untuk melengkapi rasa bahagia
tuk belahan jiwaku, permata hatiku...
hingga kelak jiwa tlah memenuhi janji pada-Mu ya Rabb
takkan ada sesak yang mendera relung2 hati
bahwasanya mereka tak kutinggalkan dgn sia2
ada perih yang mengiris hati
ada mendung yang menggelayut dlm rona wajah
saat terbayang bulir2 airmata duka
namun inilah takdir yang snantiasa takkan bisa terelakkan
entah olehku,olehnya,olehmu dan juga kita semua...
selamat tahun baru, smga takkan ada lagi mendung yg kan menutupi indah senyumku
kemarin, hari ini dan esok....

Rabu, 16 Desember 2009

Entahlah..........

embun yang kau berikan tak lagi bernyanyi,
matahari terdiam sebab malam bersembunyi di kelam,
apalagi yang harus kita lakukan?

mungkinkah kunang-kunang menyinari kelam
sedang bulan tidur bersama bintang.

"kuberikan pelangi beserta mawar merah
supaya hidupmu penuh warna" katamu padaku

Ah! untuk apa pelangi dan mawar kau berikan,
sedangkan jarak tak pernah lesap di antara kita,
benang merah terdampar di pulau sepi.

"bukankah cinta tidak memandang jarak,
embun dan matahari akan kembali,
bulan dan bintang akan terjaga,
dan kunang-kunang selalu mampu menembus kelam,
kita hanya butuh keikhlasan untuk melangkah"

betulkah semudah itu?

entahlah....

Rabu, 09 Desember 2009

meski mungkin..

meski mungkin gemuruh riuh rasa tak kan pernah sampai ditapal batas asa
yang terus menyusuri lorong-lorong hati yang gelap tanpa jera
diyakini kehebatan purnama kan snantiasa menemani setiap jengkal langkah
yang makin tertatih, terseok, meniti detik demi detik kisaran hari
masih ada seonggok cinta yang memendar indah dari relung palung hati
masih ada seuntai kasih sayang yang membentang di luasnya samudra jiwa
masih ada sejumput asa pelangi yang snantiasa menanti rinai hujan reda
masih ada selaksa kerinduan pantai akan debur ombak yg memecah hening alam
sekiranya tak kan lekang oleh dimensi waktu
tak kan usang oleh fenomena alam
dan abadi sepanjang masa
meski mungkin....
takdir Yang Kuasa tak kan sanggup membendungnya

melepas bayang-bayang rindu....

bukan inginnya pelangi yg tak lagi mau menemani hujan
bukan pula hasrat bintang yg tak lagi sedia mengiringi malam
dikala debur ombak tak lagi membuat pasir putih itu nyaman
tatkala gemericik gerimis yg tak lagi menyapa tanah
masihkah purnama kan datang disetiap waktu edarnya
perlahan namun kian pasti...
dimana angin mulai membatu dan musim tak lagi bergerak
pusaran waktu membuatku terhempas
lalu lepas
dari serpihan detik yang terus mengalun
menuju kehampaan kalbu dan hasrat
yang lantas menjelma menjadi noktah-noktah pucat dirangka langit
Kini...
diujung penantian
tegak kupancang tubuhku menantang badai
dan apapun juga
yang membuat
setiap desah nafasku
luruh bersama asa
kan kulepas bayang-bayang rindu ini
pergi....hilang....musnah.....
menembus batas cakrawala tak tersentuh